
Selamat Datang di Website Pemerintah Desa Sinduwati sebagai sarana bagi masyarakat desa agar lebih mudah mengakses informasi terkini mengenai berbagai kegiatan di
Desa Sinduwati
Saran dan kritik membangun sangat diharapkan dari berbagai kalangan untuk kemajuan dan kesejahteraan
Desa Sinduwati
Pelayanan Kantor Desa buka setiap Senin - Jumat, pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Pastikan membawa persyaratan lengkap saat mengurus surat menyurat di
Desa Sinduwati
HIMBAUAN PENTING: Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban desa. Laporkan segera kepada perangkat desa atau Bhabinkamtibmas jika ada hal yang mencurigakan di wilayah
Desa Sinduwati
Trimakasih pak kerja samanya ...
Sangat bermanfaat dan semoga selalu di tingkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat ....
Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat Kampung Sindu adalah Tradisi Safaran, yaitu sebuah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu Akhir di bulan Safar atau bulan kedua dalam kalender Islam. Tradisi ini berlokasi di tanah lapang di sekitar Br Dinas Kampung Sindu dengan bentuk acara Tadabur Alam (mendekatkan diri dengan alam sekitar) yang dirangkaikan dengan doa bersama memohon keselamatan dari segala gangguan dan mara bahaya. Tradisi sebagai hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia yang merupakan suatu keseluruhan yang kompleks dan berbagai unsur yang berbeda seperti, pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat.Tradisi sebagai hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia yang merupakan suatu keseluruhan yang kompleks dan berbagai unsur yang berbeda seperti, pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat.
Tradisi Safaran merupakan bentuk selamatan atau syukuran yang diharapkan dengan diadakannya tradisi tersebut dapat mendatangkan banyak berkah dan rezeki, serta jauh dari malapetaka.Tradisi Safaran merupakan bentuk selamatan atau syukuran yang diharapkan dengan diadakannya tradisi tersebut dapat mendatangkan banyak berkah dan rezeki, serta jauh dari malapetaka.
Untuk tahun 2024 Tradisi Safaran dilaksanakan di sekitar Bendungan Tukad Unda Hulu sekaligus dalam upaya mempromosikan tempat wisata. Tradisi Safaran diawali dengan rombongan warga berjalan kaki menuju bendungan dengan membawa sajian lengkap berupa nasi kuning atau ketupat. Ada juga warga yang sengaja membuat nasi bakar yang dibungkus dengan daun pisang seperti membuat pepes ikan. Karena medannya agak sulit, ada beberapa warga membawa sajian di dalam tas atau baskom besar. Biasanya sajian dibawa dalam bentuk nampan ayang ditutupi tudung saji.
Setelah warga berkumpul, acara dilanjutkan dengan prakata sambutan dari Takmir Masjid akan pentingnya tradisi ini untuk dilestarikan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tetua Kampung yang diawali dengan pembacaan Tahlil dan Doa Selamat. Acara ditutup dengan mekan bersama, saling berbagi dan bersenda gurau sehingga tercipta keakraban dalam upaya menjalin silaturrahmi.

































