Berita Desa

SURVEI LOKASI RENCANA REHABILITASI JEMBATAN KUNING

Sinduwati.web.id - Jembatan Kuning Yeh Unda Bali berada di Tukad Yeh Unda, Sidemen, Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Jembatan Kuning Yeh Unda Bali tidak terbuat dari semen atau pondasi yang kuat dari beton. Justru jembatan ini terbuat dari kayu yang diikatkan dengan tali pada besi yang menjadi pondasi utama jembatan. Oleh karenanya, jembatan ini tidak boleh dilalui dengan mengendarai mobil atau kendaraan berat lainnya. Di sekeliling Jembatan masih banyak pohon rindang, sehingga membuat para pengunjung merasakan sejuknya udara. Di bawah jembatan terdapat sungai yang airnya mengalir deras. Suasana seperti ini jarang bisa ditemukan di tempat lain. Nama Jembatan Kuning Yeh Unda Bali diberikan karena warna jembatan yang kuning dan jembatan berada di atas Sungai Tukad Yeh Unda. Warna kuning jembatan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, disamping struktur sederhana dari jembatan. Sayang rasanya jika datang ke tempat menarik ini tanpa mengabadikan momen. Jembatan ini menjadi lokasi favorit para wisatawan untuk mengambil foto. Baik gambar pemandangan maupun menjadi latar belakang, foto yang didapatkan di sini pasti dijamin menarik. Bagi wisatawan yang hobi menyusur jalan dengan kaki, maka jembatan ini adalah lokasi yang cocok. Hal ini dikarenakan, untuk menuju ke jembatan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Ditambah lagi dengan medan yang sedikit menantang, maka dijamin adrenalin pun akan ikut terpacu. Fungsi asli dari jembatan ini adalah sebagai fasilitas penyeberangan antar dua desa. Penduduk Desa Sangkan Gunung dan Sedimen bahu membahu membangun jembatan ini sebagai area penyeberangan. Dengan begitu penduduk tak perlu menyeberangi sungai secara langsung.

Saat ini kondisi Jembatan Kuning sebagai salah satu akses yang mempermudah kegiatan ekonomi atau sosial keagamaan lainnya sudah sangat mengkhawatirkan dari sisi kenyamanan dan keselamatan warga. Kayu penutup jalan sudah banyak yang terlepas dan dinding penyangga sudah tidak terawat. padahal jembatan ini merupakan sarana penghubung antar 3 (tiga) desa di Kecamatan Sidemen, yaitu Desa Sinduwati di sisi utara, Desa Sidemen di sisi selatan dan Desa Sangkan Gunung di sisi barat.

Untuk itu, pada hari Jum'at 9 Januari 2026 dilakukan kegiatan survey lokasi Jembatan Kuning yang melibatkan unsur TNI dari Korem Karangasem beserta jajaran Babinsa, Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, Perbekel, dan Desa Adat. Survei lokasi jembatan yang tidak layak memiliki beberapa tujuan penting, terutama untuk keselamatan publik dan perencanaan infrastruktur. Tujuan-tujuan utamanya meliputi:

  • Menjamin Keselamatan Publik: Ini adalah tujuan utama. Survei membantu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko keselamatan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar jembatan.
  • Menilai Kondisi Struktural: Survei mendokumentasikan tingkat kerusakan, kelemahan material, dan masalah struktural (seperti retakan, korosi, atau penurunan fondasi) yang membuat jembatan tidak layak fungsi.
  • Menentukan Kelayakan Perbaikan atau Penggantian: Hasil survei menjadi dasar untuk memutuskan apakah jembatan masih bisa diperbaiki secara efektif atau harus diganti total. Hal ini melibatkan analisis biaya dan manfaat dari kedua opsi tersebut.
  • Perencanaan Anggaran dan Sumber Daya: Data dari survei digunakan untuk memperkirakan biaya perbaikan, pemeliharaan, atau pembangunan jembatan baru, serta untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan.
  • Menetapkan Prioritas Tindakan: Survei membantu pemerintah daerah atau otoritas terkait dalam memprioritaskan jembatan mana yang membutuhkan perhatian segera berdasarkan tingkat kerusakan dan lalu lintas yang dilayani.
  • Pemenuhan Regulasi dan Standar: Memastikan bahwa infrastruktur jalan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Secara singkat, survei jembatan tidak layak adalah langkah kritis untuk mencegah kecelakaan, mengelola aset infrastruktur, dan merencanakan tindakan perbaikan yang efektif. Harapannya rehabilitasi Jembatan Kuning bisa terlaksana di tahun 2026.
Tag : KIM

Beri Komentar

CAPTCHA Image