
Selamat Datang di Website Pemerintah Desa Sinduwati sebagai sarana bagi masyarakat desa agar lebih mudah mengakses informasi terkini mengenai berbagai kegiatan di
Desa Sinduwati
Saran dan kritik membangun sangat diharapkan dari berbagai kalangan untuk kemajuan dan kesejahteraan
Desa Sinduwati
Pelayanan Kantor Desa buka setiap Senin - Jumat, pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Pastikan membawa persyaratan lengkap saat mengurus surat menyurat di
Desa Sinduwati
HIMBAUAN PENTING: Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban desa. Laporkan segera kepada perangkat desa atau Bhabinkamtibmas jika ada hal yang mencurigakan di wilayah
Desa Sinduwati
Trimakasih pak kerja samanya ...
Sangat bermanfaat dan semoga selalu di tingkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat ....
Sinduwati.web.id - Tradisi ruwah kubur di Kampung Sindu dilaksanakan setiap memasuki bulan Sya’ban (ruwahan). Kegiatan ini meliputi ziarah kubur, pembersihan makam, pembacaan tahlil, doa bersama, serta Shadaqah sebagai wujud bakti kepada Orang Tua dan Leluhur yang telah wafat.
Tradisi ini menjadi sarana muhasabah diri dan persiapan spiritual masyarakat Kampung Sindu dalam menyambut bulan suci Ramadan. Landasan pelaksanaan ruwah kubur memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ. Allah SWT berfirman:
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berkata: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.”(QS. Al-Hasyr: 10)
Ayat ini menegaskan anjuran mendoakan kaum Muslimin lebih-lebih orang tua dan keluarga kita yang telah wafat, sebagaimana yang diamalkan masyarakat Kampung Sindu dalam tradisi ruwah kubur.
Rasulullah ﷺ juga bersabda tentang anjuran ziarah kubur:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ
“Dahulu aku pernah melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarahlah kalian, karena ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat.”(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa dan sedekah anak dapat bermanfaat bagi orang tua yang telah meninggal dunia:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
Selain itu, terdapat hadis khusus tentang sedekah untuk orang yang telah wafat:
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا، وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ
“Seseorang berkata kepada Nabi ﷺ: Ibuku meninggal dunia secara mendadak dan belum sempat berwasiat. Aku menduga jika ia sempat berbicara tentu ia akan bersedekah. Apakah ia mendapat pahala jika aku bersedekah atas namanya? Beliau menjawab: Ya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan ayat dan hadits tersebut, tradisi ruwah kubur yang dilakukan masyarakat Kampung Sindu dapat dipahami sebagai amalan yang bernilai ibadah selama dilaksanakan dengan niat ikhlas dan tetap berpedoman pada tuntunan syariat Islam. Tradisi ini tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang Islami sebagai solusi ruwahan di tengah masyarakat.
Dengan harapan doa'
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ، وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُمْ، وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِمْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ
اللَّهُمَّ أَجِرْهُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَافْسَحْ لَهُمْ فِي قُبُورِهِمْ، وَاجْعَلْ قُبُورَهُمْ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Penulis : Mu'tamad

































