OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Rangkiang dibuat khusus untuk website Desa/Nagari yang menggunakan OpenSID. Berstatus tema komersil yang bisa digunakan oleh pengguna OpenSID daerah manapun diseluruh Indonesia
Masukkan kata kunci untuk melakukan pencarian Berita/Artikel
Sinduwati.web.id - Ogoh-ogoh adalah patung raksasa representasi Bhuta Kala (energi negatif) yang diarak keliling desa dan dibakar saat malam Pengerupukan, sehari sebelum Nyepi, untuk menyucikan lingkungan. Tradisi ini simbol pembersihan diri dari kejahatan sebelum memasuki hari hening Nyepi. Ogoh-ogoh mencerminkan kreativitas pemuda Bali dalam wujud seni rupa.
Poin Penting Mengenai Ogoh-ogoh:
Makna Filosofis: Ogoh-ogoh menggambarkan Bhuta Kala, kekuatan alam negatif atau sifat buruk manusia yang harus dinetralisir.
Waktu Pawai: Arak-arakan dilakukan pada malam Pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Ritual Pengerupukan: Ogoh-ogoh diarak dengan iringan gamelan Bali (bleganjur) keliling lingkungan, bertujuan mengusir unsur negatif agar tidak mengganggu manusia.
Akhir Pawai: Setelah diarak, ogoh-ogoh umumnya dibakar sebagai simbol pemusnahan sifat buruk dan transformasi menjadi energi yang lebih positif.
Kreativitas Pemuda: Pembuatan ogoh-ogoh dilakukan oleh kelompok pemuda (sekaa teruna) di setiap banjar sebagai wujud seni dan kekompakan.
Tradisi ini menyatukan nilai religius, seni, dan sosial, menciptakan perayaan yang meriah sebelum heningnya Hari Raya Nyepi. Sebagaimana tampak dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Umum Mamed pada hari Rabu, 18 Maret 2026.
I Gusti Lanang Putra
09 Juli 2026 16:27:43
Trimakasih pak kerja samanya ...