Desa Sinduwati merupakan salah satu dari 10 desa yang terletak di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Wilayah ini memiliki kode desa 5107022006 dengan luas wilayah mencapai 356,28 hektar. Secara geografis, batas wilayah desa ini berbatasan dengan Desa Selat di sebelah utara, Desa Sidemen di sebelah selatan, Desa Sangkan Gunung di sebelah barat, serta Desa Manggis di sebelah timur.
Tata kelola pemerintahan administratif di Desa Sinduwati terbagi ke dalam 5 (lima) banjar dinas yang mencakup Banjar Dinas Iseh, Banjar Dinas Kikian, Banjar Dinas Sindu Bali, Banjar Dinas Kampung Sindu, dan Banjar Dinas Punia. Di samping wilayah administratif pemerintahan, desa ini juga memiliki tatanan kemasyarakatan tradisional yang terbagi atas 2 (dua) desa adat yaitu Desa Pakraman Iseh dan Desa Pakraman Tabola, serta 5 (lima) banjar adat yang meliputi Banjar Adat Iseh, Banjar Adat Kikian, Banjar Adat Boan, Banjar Adat Sindu Bali, dan Banjar Adat Punia.
Keadaan topografi Desa Sinduwati didominasi oleh kawasan perbukitan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Pemanfaatan lahan di wilayah ini sebagian besar terdiri atas area tanah sawah dan tanah tegalan. Potensi sumber daya alam utamanya didukung oleh ketersediaan air yang memadai, dengan kondisi ekologi yang diwarnai oleh vegetasi bambu dan populasi monyet liar. Kendati demikian, karakteristik geografis wilayah perbukitan ini juga membawa potensi kerawanan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, yang diimbangi dengan kuatnya pelestarian nilai tradisi dan budaya lokal di tengah masyarakatnya.
Berdasarkan data kependudukan terkini, jumlah total populasi Desa Sinduwati tercatat sebanyak 5.066 jiwa, yang terdiri atas 2.539 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 2.527 penduduk berjenis kelamin perempuan.
OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa di seluruh Indonesia.
Tema Rangkiang dibuat khusus untuk website yang menggunakan OpenSID. Berstatus tema berbayar sekali beli yang bisa digunakan oleh pengguna OpenSID daerah manapun di seluruh Indonesia.
Peta Wilayah Sidemen
Masukkan kata kunci untuk melakukan pencarian Berita/Artikel
Posyandu disebut sebagai "ujung tombak" stunting karena merupakan lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung berinteraksi dengan ibu dan balita, melakukan deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, serta menyediakan suplemen yang krusial untuk mencegah dan menangani stunting di tingkat akar rumput.
Mengapa Posyandu Menjadi Ujung Tombak Stunting?
Pelayanan Kesehatan Terdekat: Posyandu adalah struktur terkecil dari layanan kesehatan, yang berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat langsung memantau kondisi kesehatan balita setiap bulan.
Deteksi Dini dan Pemantauan: Melalui penimbangan dan pengukuran rutin, posyandu mampu mendeteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya adalah stunting.
Edukasi Gizi dan Kesehatan: Kader posyandu memberikan penyuluhan dan konseling tentang gizi, imunisasi, serta gaya hidup bersih dan sehat kepada para ibu dan keluarga.
Pemberian Suplemen dan Vitamin: Posyandu juga menjadi sarana untuk distribusi suplemen gizi, seperti tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil dan vitamin lainnya untuk mencegah dan mengatasi kekurangan gizi pada anak.
Gerakan Masyarakat: Posyandu memberdayakan masyarakat melalui kader yang menjadi penggerak penting dalam upaya pencegahan stunting di lingkungannya.
Peran Strategis: Dengan cakupan langsung ke masyarakat, posyandu menjadi sarana strategis untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional, seperti target 14% di tahun 2024.
Dengan peran dan fungsinya yang menyeluruh di tingkat masyarakat, posyandu menjadi komponen vital dalam upaya pemerintah untuk menekan dan mengatasi masalah stunting. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan Posyandu secara rutin dan berkesinambungan setiap bulannya, sebagaimana pelaksanaan kegiatan Posyandu Br Adat Boan pada hari Rabu, 17 September 2025 bertempat di Balai Banjar Boan yang dihadiri oleh Bidan Desa, Kader KPM dan Kader Posyandu dan warga sekitar yang sangat bersemangat mengikuti kegiatan rutin Posyandu sesuai jadwal yang sudah ditentutukan sebelumnya. (mhs)
I Gusti Lanang Putra
09 Juli 2026 16:27:43
Trimakasih pak kerja samanya ...